Jasa kontraktor bangunan — Kontraktor yang terpercaya akan mendiskusikan detail bahan material yang sebaiknya digunakan dalam proyek konstruksi Anda. Dan dalam memilih material ini, seringkali terlintas pertanyaan: mau pakai besi atau baja? Simak di sini untuk tahu perbedaannya untuk proyek konstruksi.

Baik besi maupun baja sama-sama memegang peranan penting dalam kehidupan. Bahkan sejak era primitif, manusia telah menggunakan bijih besi yang diasah kasar untuk menjadi mata tombak atau pisau untuk berburu. Perkembangan teknologi kemudian memungkinkan penggunaan besi dan baja secara masif sebagai bahan bangunan agar hunian awet, kuat, dan tahan gempuran.

 

Perbedaan Struktur Kimia Besi dan Baja

Besi berasal dari bijih dari alam yang ditanur (dipanaskan) dengan suhu tinggi menggunakan batu bara. Ketika leleh, jadilah besi tuang dan besi kasar. Sifat fluid ini yang kemudian membuat logam bernama ilmiah ferrum ini dapat dengan mudah dibentuk sesuai kebutuhan.

Besi memang kuat, tapi di saat yang sama elastis. Kekurangannya hanyalah karena struktur demikian itu, sangat mudah bagi besi untuk terpapar oksidasi dan terjadi karat.

Beda lagi dengan baja. Baja terbuat dari besi yang dicampur dengan beragam logam lain seperti nikel, forfor sulfur, karbo, dan sebagainya. Komponen karbo sendiri membuat baja jadi lebih kuat dari besi. Di samping itu, warnanya cenderung kehitaman.

Sebab sangat kuat, baja adalah pilihan wahid orang untuk membuat alat berat seperti linggis, sabit, bahkan mata traktor. Zaman dahulu, baja tidak banyak digunakan karena jarang ditemukan di alam dan sulit diasah. Tetapi, kini manusia dan kemajuannya telah sanggup menambang dan mengolah baja secara besar-besaran; menuntun kita pada penggunaan material baja semasif sekarang ini.

 

Jika diringkas, inilah poin-poin yang membedakan material besi dan baja:

 

Proses Pembentukan

Meski untuk melelehkannya sama-sama ditanur, besi terbuat dari satu elemen saja yaitu ferrum. Sedangkan baja terdiri dari kumpulan beragam logam termasuk nikel dan karbon.

 

Muatan Mineral

Kandungan karbo dalam besi lebih banyak. Dalam persentase, karbo dalam besi ada 4%, sekitar dua kali lipat baja yang hanya 2%. Karenanya, tekstur keduanya pun jadi berbeda.

 

Besi atau Baja: Elastisitas

Karena kandungan karbonnya tadi, besi bisa dibilang lebih elastis dan gampang dibengkokkan. Baja lebih kaku dan tangguh. Jangan harap bisa membengkokkan baja dengan kekuatan. Terbaik yang bisa terjadi adalah baja malah akan patah, beda dengan besi yang cenderung bisa “melengkung”.

 

Kini setelah Anda mengetahui bedanya, bisa menentukan mana yang terbaik untuk kebutuhan Anda, bukan?

Secara umum, baja akan sempurna untuk struktur penampang seperti rangka pagar dan atap. Sementara penggunaan besi lebih terbatas karena bisa rentan termakan usia dan karat. Meski begitu, besi sempurna untuk ornamen dan hiasan. Jadi, keduanya sama-sama penting untuk proyek bangunan Anda.

× Konsultasi Lebih Lanjut ?