Zainprima Persada — Bumi memang semakin panas. Didukung dengan cuaca yang tidak menentu dan berbagai kemungkinan bencana alam, manusia seperti dituntut untuk bersikap lebih peduli pada pemanasan global. Nah, eco-house hadir untuk menjadi solusi bagi pemukiman yang dinilai lebih etis—tapi juga cantik.

Eco-house memadukan keharmonisan alam dengan selera rumah tinggal yang bercita rasa tinggi. Ke depannya, eco-house bukan hanya menyasar desain rumah singgah, tapi juga blok apartemen dan perkantoran.

Bagaimana prinsip dasar eco-house yang mungkin bisa Anda tiru untuk rumah impian suatu hari? Periksa di sini.

 

Kecocokan dengan Lahan

Jenis dan bentuk rumah yang Anda miliki nantinya sangat menyesuaikan dengan kecocokan lahan yang Anda punya. Mulailah memperhatikan bentuk lahan Anda baik-baik, dan tentukan desain rumah eco-friendly impian.

Pastikan juga apa jenis transportasi umum yang tersedia di sekitar hunian eco-house Anda agar tidak mengalami kesulitan akses dalam jangka panjang. Juga, lokasi pasar, rumah sakit, dan sebagainya.

 

Tipe dan Orientasi Bangunan

Untuk rumah yang di Indonesia, orientasi dasar masih berlaku seperti hindari membangun rumah dengan bukaan menghadap barat dan timur. Ini untuk menghindari paparan matahari langsung yang bisa membuat rumah jadi sangat panas ketika pagi atau jelang sore.

Selain itu, tentukan pula tipe rumah yang akan dibangun. Ternyata, prinsip eco-house tidak melulu menghindari rumah dengan model dua tingkat lebih. Malah, Anda bisa mengakalinya dengan menambahkan balkoni berhias tanaman, atau atap yang bisa ditanami.

 

Penggunaan Material yang Lebih Ramah Alam

Yang paling dikedepankan dalam pembangunan eco-house adalah jenis materialnya. Alih-alih menggunakan banyak besi dan baja, eco-house sangat mementingkan material seperti semen, bambu, kayu, bata, dan semen.

Untuk material dinding pilihlah material yang dapat menyerap panas seperti batu bata. Tahan api dan menyerap panas dari matahari serta penyerapan air yang rendah. Pengunaan keramik juga baik karena maintenance yang rendah dan mempercantik tampak bangunan.

Penggunaan material lantai akan bergantung pada fungsi ruangannya. Granit, parkeet, keramik, bambu, marmer, dan kayu bisa menjadi pilihan. Namun untuk material yang lebih ramah lingkungan, kamu bisa memakai kayu dan bambu untuk kamar tidur.

 

Letak Bukaan Jendela

Rangka jendela dapat dibuat dari kayu ataupun aluminium. Ukuran jendela menyesuaikan massa dinding bangunan dan lantai yang menerima pencahayaan langsung dan tidak langsung. Tambahkan kanopi dan shading di area bukaan jendela untuk menghindari panas yang berlebihan. Tentukan juga arah angin pada rumah dan tambahkan ventilasi udara agar udara sejuk dapat masuk sedangkan udara panas dapat keluar.

 

 

Jenis Pencahayaan Lampu

Pilihlah lampu yang terang namun tetap hemat energi dan juga awet. Seperti halnya LED dan CFL yang lebih tahan lama daripada lampu pijar tradisional. Lampu tersebut dapat menghemat biaya di waktu yang lama dan cocok untuk eco-house.

 

Landscape alias Keberadaan Ruang Hijau

Landscape yang teduh atau rindang akan melindungi rumah dari sinar matahari langsung saat musim panas atau dapat melanjutkan pencahayaan ke dalam rumah melalui jendela ketika musim dingin. Dengan menambahkan pepohonan pada bagian barat dan selatan rumah, akan membuat rumah lebih sejuk dan melindungi sinar matahari yang masuk ke rumah secara berlebihan. Makin hijau landscape maka akan lebih baik untuk rumah.

 

Nah, itu dia cara-cara yang bisa Anda terapkan untuk desain ataupun dekorasi yang lebih ramah lingkungan. Tentunya eco-house tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tapi juga pemilik rumahnya. Mulailah memberikan dampak yang baik kepada lingkungan supaya kehidupan di bumi lebih sehat dan bisa dinikmati anak cucu nantinya. Berminat?

× Konsultasi Lebih Lanjut ?